Fakta Terbaru Video Liar Vina Garut, Pelaku Pria Setahun Sakit Parah

Fakta Terbaru Video Liar Vina Garut, Pelaku Pria Setahun Sakit Parah. V (19), pemeran wanita video syur asal Garut, Jawa Barat, yang menghebohkan jagat maya beberapa hari terakhir, ternyata sengaja dijual suaminya, A (30), untuk melakukan adegan mesum. V dibayar Rp 500 ribu untuk setiap film.

abadiplay , Sejauh ini diketahui ada puluhan film, namun hanya dua yang tersebar luas. Salah satu potongan film porno yang tersebar diperankan VA dan 3 laki-laki.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan kedua warga Tarogong, Garut itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain V dan A, polisi juga sudah mengamankan B, yang diduga terlibat. B menyerahkan diri pada polisi.

“B masih kami mintai keterangan, statusnya sebagai saksi. B juga mengaku pernah ikut bermain di video itu,” ujar AKBP Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Kamis kemarin.

Budi mengatakan, beberapa pemeran laki-laki dan penyebar video syur tersebut masih dalam pengejara petugas. “Namun, identitasnya sudah kami kantongi,” ujarnya.

Video syur bertajuk “Vina Garut” membuat heboh warganet setelah tautannya tersebar melalui Twitter, Selasa (13/8) sore.

Fakta Terbaru Video Liar Vina Yang Viral

Tak butuh waktu lama, video singkat berisi adegan ranjang tiga pria dengan seorang wanita itu segera saja menjadi perbincangan.

Belakangan diketahui, ternyata tak hanya ada dua video, tapi ada puluhan potongan video porno yang diperankan V dengan adegan berbeda.

Dua video yang sudah beredar luas, masing-masing berdurasi 1 menit 30 detik dan 1 menit 7 detik.

Pada video pertama, V melakukan adegan seks bersama dua pria. Pada video kedua, V melakukannya dengan tiga pria. Mereka melakukan adegan pornografi itu di sebuah hotel di Garut dan kawasan Cipanas, Jawa Barat pada sekitar Juni 2018.

Budi mengatakan, meski melayani dua pria atau tiga pria, tersangka V mengaku bayarannya sama, yakni hanya Rp 500 ribu.

“Setiap melakukan adegan ranjang, baik 1 orang atau lebih dibayarnya segitu juga, Rp 500.000,” katanya.

Sehari-hari V bekerja sebagai penyanyi atau biduan di panggung-panggung hajatan.

Sedangkan A adalah pengangguran. V dan A sudah bercerai. Namun, kata Kapolres, saat video itu dibuat pada tahun 2018, keduanya masih berstatus suami-istri.

“Jadi, ada perilaku seks menyimpang dari A. Makanya ia mau menyuruh istrinya untuk melakukan dengan pria lain,” ujarnya.

Fakta Terbaru Video Liar dan Pelaku Pria Kini Sakit Parah

Budi menyebut, meski pihaknya telah menetapkan sebagai tersangka, namun A tidak ditahan. Sebab, saat ini kondisi A tengah sakit parah.

Namun, Budi enggan mengungkapkan penyakit yang diderita oleh A.

Ia hanya mengatakan, berdasarkan pengakuan V, mantan suaminya itu sudah setahun menderita penyakit tersebut.

Dari pemeriksaan sementara, motif perbuatan asusila ini karena A yang saat itu masih menjadi suami V terdesak kebutuhan uang.

Bahkan, A ikut bermain dalam salah satu video tersebut.

“A juga ikut dalam video itu. Ada perilaku seks menyimpang dari A karena memperjualbelikan istrinya. Tapi, sekarang status A dan V sudah bercerai,” ujar Budi.

Dalam pemeriksaan, kata Kapolres, A dan V mengaku sadar bahwa aksi asusila mereka saat itu direkam. Namun, mereka tak mengetahui jika akhirnya video itu diperjualbelikan hingga ramai dengan sebutan ‘Vina Garut’.

A Menawarkan Sang Istri Melalui Medsos

Budi mengatakan, video itu dibuat setelah A menawarkan jasa istrinya melalui media sosial twitter. Ia juga menjajakan V dari mulut ke mulut.

“Sudah lebih dari dua kali V dan A melakukan aksi ramai-ramai itu. Tapi kalau yang ada video, katanya, cuma dua,” ucap Budi.
Blokir Akun Penyebar

Sebelumnya, Yana (32), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, yang sempat ikut membeli video Vina Garut, mengaku membeli video tersebut di Twitter pada pemilik akun

“Berbagi File Gratis”. Admin pada akun Twitter itu menjual video lengkap Rp 50 ribu. Totalnya ada 44 video, bukan dua.

Setelah pembayaran dilakukan, kata Yana, admin “Berbagi File Gratis” memberinya tautan google drive. Terdapat dua part video. Tiap part terdiri atas 22 video.

Farhan (37), warga Kecamatan Garut Kota, mengatakan, ia juga sempat membeli video lengkap Vina Garut kepada admin “Berbagi File Gratis” di Twitter.

“Setelah dikirimi pulsa Rp 50 ribu, dia ngasih link menuju google drive-nya. Kalau yang beredar, kan, cuma dua video. Karena beli, jadi ada 44 video,” ujar Farhan.

Kapolres Garut mengatakan, selain terus memburu penyebar video Vina Garut, polres juga berkoordinasi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi untuk memblokir tautan video tersebut.

“Saya sudah minta kasatreskrim untuk koordinasi dengan Kominfo agar akun medsos yang nyebarkan videonya ditutup,” jelas Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna

Budi menegaskan, para pelaku penyebaran video porno tersebut dapat jerat dengan Pasal 23 ayat 1 Undang-undang Ponografi dan Undang-undang ITE Pasal 44. Ancaman hukuman lima sampai 10 tahun penjara.

author

Back to top